Tak Jera, Residivis Bandar Judi Dadu Ditangkap Lagi

Tak Jera, Residivis Bandar Judi Dadu Ditangkap Lagi

Mungkinkah hukum di Indonesia kurang tegas atau memang pelakunya yang tidak memiliki rasa jera hingga melakukan tindakan criminal berulang kali bahkan setelah dihukum penjara selama beberapa tahun lamanya? Dari sekian banyaknya kasus perjudian yang terungkap di Indonesia, ternyata ada kasus yang berhasil mengungkap bahwa pelaku permainan judi yang pernah ditangkap beberapa tahun silam kembali melancarkan aksinya. Mirisnya lagi, pelaku tersebut kembali tertangkap oleh aparat hukum. Entah hukum di negaranya dianggap sebagai apa sampai pelaku judi satu ini tak juga jera atas kasus yang menjeratnya 4 tahun silam.

Latif yang saat ini berusia 53 tahun dikenal pula dengan nama Geteng, akhirnya kembali ditangkap setelah kasusnya di tahun 2016 membuatnya harus mendekam di balik jeruji besi akibat perjudian pula. Residivis kasus perjudian empat tahun lalu ini berhasil dibekuk kembali oleh Tim Macan Polres Kutai Timur di arena judi dadu, Jalan Sungai Durian SP 1, Kecamatan kaubun, kabupaten Kutai Timur. Para petugas yang saat itu mengenakan pakaian preman pun langsung menyergap lokasi dan berhasil menangkap sejumlah pelaku termasuk latif. Dirinya yang pernah tertangkap dengan kasus serupa tetapi di lokasi yang berbeda tersebut nampaknya tidak memiliki rasa menyesal ataupun kapok.

Namun kali ini hukum tak akan memberikan kelonggaran lagi bagi Latif setelah dirinya tak jera dan masih melakukan kejahatan yang sama lagi setelah dikeluarkan dari penjara. Ditangkapnya Latif yang menjadi residivis kasus serupa mungkin akan menjadi bahan pertinbangan bagi penuntut umum dan hakim di pengadilan nantinya agar bisa diberikan hukuman yang lebih berat lagi dari sebelumnya. Latif dijaring petugas saat sedang asyik mengumpulkan rupiah dengan cara illegal. Selain Latif, ada pula Bani, 49 tahun, yang tertangkap dalam penggerebekan tersebut. Keduanya berkilah bahwa desakan ekonomilah yang menjadi pemicu memainkan perjudian.

Dilakukannya penggerebekan berdasar pada laporan yang kerap diberikan oleh masyarakat sekitar bahwa di lokasi tersebut acapkali dilangsungkan kegiatan perjudian dadu atau kopyok. Setelah mendapatkan laporan yang jelas, akhirnya para petugas pun melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud. Dalam penggerebekan didapatkan adanya kegiatan judi dadu dan saat itu pulalah dua pelaku Bandar judi jenis dadu ditangkap. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Kutai Timur AKBP Budi Indras Purnomo melalui kasat Reskrim AKP Abdul  Rauf. Dirinya juga menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2020 sekitar pukul 15.00 WITA. Bersamaan dengan penangkapan Latif dan bani tersebut, petugas juga mendapatkan sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang disita petugas antara lain uang tunai sebesar 73 juta rupiah dengan rincian berupa pecahan 100 ribu, 50 ribuan yang ada sebanyak 26 lembar berjumlah 1,3 juta rupiah, total uang 360 ribu rupiah dengan uang pecahan 20 ribuan sebanyak 18 lembar, 310 ribu dengan pecahan uang 10 ribuan sebanyak 31 lembar dan 8 lembar uang senilai 5 ribuan dengan total 40 ribu rupiah. Jika ditotalkan seluruh barang bukti berupa uang tersebut senilai 9 juta 310 ribu rupiah yang telah diamankan di Mako Polres Kutim. Selain uang, ada pula sejumlah barang bukti lainnya yakni 3 unit  handphone, 4 tas, 1 buku catatan, 1 piring kaca putih, 7 biji dadu putih, 12 biji dadu hitam, 4 tutup mangkok dadu hitam, dan 1 lembar lapak atau karpet dadu.

Pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku adalah berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHP Pasal 303 dimana ancaman hukumannya minimal 10 tahun dengan denda sebesar 25 juta rupiah bagi residivis dan hukuman penjara selama 4 tahun dan denda 10 juta rupiah bagi yang turut serta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *