Surabaya Menjadi Zona Hitam Penyebaran Corona

Surabaya Menjadi Zona Hitam Penyebaran Corona

Surabaya merupakan salah satu provinsi Jawa Timur dan menjadi kota terbesar kedua setelah Jakarta. Tentunya, mereka memang dihuni oleh banyak lautan manusia dan juga pemerintah yang cerdas menangani berbagai kendala. Nyatanya, selama di pimpin oleh walikota Surabaya TriRismaharini yang biasa disapa oleh Risma memang berhasil mewujudkan kota dengan intelektual tinggi. Jika terdapat kasus apapun juga bisa diselesaikan dengan tepat dan hasilnya pun memuaskan. Sayangnya, Risma di tahun 2021 akan menyelesaikan masa jabatannya dan harus dipimpin oleh pemimpin baru.

Nah, mengingat sekarang ini Indonesia telah diguncang karena Corona, maka seluruh pemerintahan Surabaya memang sangat sigap dan terus  mempersiapkan beberapa hal agar tidak sampai ke kotanya. Jika di Jakarta sudah menjadi sasaran utama corona dengan jumlah paling banyak, kini Risma dibantu dengan pejabat lainnya memang harus memutar otak lebih dalam karena banyak sekali yang biasanya melakukan berbagai perjalanan dari Jakarta ke Surabaya dan begitu sebaliknya untuk urusan apapun.

Sebelumnya, warga Surabaya juga terus dihimbau untuk menerapkan pola hidup sehat dengan cara makan makanan bergizi, olahraga, cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan sebagainya. Bahkan telah diadakan berjemur untuk menguatkan daya tahan tubuh. Terdapat pula alat yang disediakan di berbagai kota untuk melakukan disenfektan pada tubuhnya agar terbebas dari yang namanya Corona. Semua itu memang sudah disiapkan lebih dulu dibandingkan kota lainnya. Oleh karena itu, pemerintahan Surabaya juga sudah optimis akan keamanan dari kota yang menjadi benteng pertahanan ini.

Baca Juga :  Main Game Online Atasi Kejenuhan Stay di Rumah

Tidak seperti apa yang sudah dipikirkan sebelumnya, ternyata Surabaya termasuk salah satu kota yang paling mengerikan dikarenakan kasus corona. Nyatanya, Surabaya justru menjadi zona hitam yang artinya paling banyak mendapatkan kasus pasien corona. Penyebaran corona di jawa timur memang terus terjadi, namun kini justru yang paling parah adalah Surabaya. Dimana hingga saat ini sudah jelas kasus yang dialami lebih dari 2.000 jiwa. Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh besar terhadap dampak masyarakat di jawa timur.

Kini Surabaya harus benar-benar diberlakukan lockdown untuk memutus tali penularan. Jika memang terdapat sesuatu yang mendesak untuk keluar, maka mereka harus benar-benar menggunakan protocol kesehatan. Seperti apakah protocol kesehatan yang sekarang ini diterapkan oleh pemerintah? Tentunya mereka harus menggunakan masker, cuci tangan dan lainnya. Jika memang harus keluar rumah, maka seluruh pakaian yang dikenakan haruslah di cuci karena dikhawatirkan terdapat corona dan bisa menambah kasus.

Banyak sekali yang harus benar-benar dilakukan jika ingin memutus tali penularan corona. Dikarenakan sekarang ini Surabaya justru sedang dalam keadaan yang kurang memadai. Fasilitas rumah sakit untuk penghuni pasien corona justru tidak bisa maksimal dan kurang. Tentunya hal tersebut bisa memudahkan pasien untuk menyebarkan virus corona.

Kini pemerintahan Surabaya benar-benar menegaskan untuk tidak memperbolehkan pembukaan jalan yang terdapat zona merah. Bahkan zona merah yang berada di jawa timur memang merata, termasuk Surabaya. Semua tim tenaga medis memang cukup kuwalahan dalam menangani pasien. Mereka juga harus memperhatikan diri sendiri agar tidak tertular karena sangat beresiko besar. Banyak sekali yang harus mereka lakukan untuk menolong nyawa satu orang saja,bagaimana jika sudah mencapai angka ribuan?

Dimohon dengan kesadaran diri untuk warga Surabaya terus mematuhi protocol yang ada. Akan sangat disayangkan jika pada akhirnya kasus corona terus bertambah dan tidak berhenti. Kapan aktivitas akan dimulai kembali?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *